Arsip Blog

Hasil Penelitian – Strategi Pemasaran Politik Partai Gerindra dalam Menghadapi Pemilu 2014 di Daerah Istiwewa Yogyakarta

JUDUL :
STRATEGY PEMASARAN POLITIK PARTAI GERINDRA DALAM MENGHADAPI  PEMILU 2014 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Studi Kasus: Di DPC Gerindra Kabupaten Bantul 2013)

PENYUSUN :

Wachid Yarna Prasetya, Said Hamzali, Rechy Agung Budilaksana, M. Yoga Sugama

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Pemerintahan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

SEKILAS PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan sebagi salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Pemasaran Politik oleh Bapak Bambang Eka Cahya Widodo, S.IP., M.Si mantan Ketua Bawaslu, dengan ini kami sebagai peneliti merasa penting untuk menjelaskan hasil penelitian kami kepada masyarakat pada umumnya dan khususnya pada DPC Kabupaten Bantul. Penelitian ini dilakukan selama 3 minggu, dengan cara melakukan wawancara dengan Pengurus DPC Kabupaten Bantul, Caleg Partai Gerindra, dan masyarakat yang akan melakukan pemilihan pada tahun 2014  yang terdiri dari Pemilih Pemula dan Masyarakat Bantul yang terdapat dalam daerah pemilihan Partai Gerindra

HASIL PENELITIAN

           Kami sebagai penulis merasa penting untuk menyampaikan hasil penelitian kami ini tentang Pemasaran Politik Partai Gerindra Dalam Menghadapi  Pemilu 2014 Di Daerah Istimewa Yogyakarta 2013 (Studi Kasus: Di DPC Gerindra Kabupaten Bantul). Dalam hal ini kami sebagai peneliti akan menyampaikan hasil wawancara kami dengan masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2014.

ANALISIS DATA PEMASARAN POLITIK PARTAI GERINDRA DALAM MENGHADAPI PEMILU 2014 DI ISTIMEWA YOGYAKARTA

Pertai Gerindra merupakan salah satu partai yang berasaskan nasional religius. Partai Gerindra dibentuk pada tanggal 6 Februari 2008. Kemunculan partai Gerindra ditengah-tengah masyarakat Indonesia menjadikan dunia perpolitikan tanah air menjadi penuh warna. Sebagai partai baru keikutsertaannya yang pertama pada pemilu tahun 2009, partai Gerindra mendapatkan suara yang cukup signifikan. Partai dengan lambang kepala burung garuda ini dapat memperoleh suara nasional sebanyak 4.646.406 (4,46 %) dan mendapat perolehan suara terbanyak kedelapan dari tiga puluh delapan partai yang mengikuti pemilu 2009.

Di kabupaten Bantul pada pemilu 2009, partai Gerindra memperoleh 18.246 suara. Perolehan suara ini cukup signifikan mengingat pada pemilu 2009 merupakan kali pertma partai Gerindra mengikuti pemilu. Dengan perolehan suara tersebut, partai Gerindra mendapat jatah 3 kursi di DPRD kabupaten Bantul. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat sebagai partai yang dapat dibilang baru partai berlambangkan kepala burung garuda ini dapat menarik simpati masyarakat kabupaten Bantul dengan perolehan suara yang signifikan.

Hasil Wawancara dengan Masyarakat

Masyarakat merupakan unsur terpenting dalam sistem demokrasi. Dimana, peranan masyarakat menjadi penentu terjadinya suatu perubahan. Peranan warga Negara yang bersifat aktif, pasif, positif, dan negatif, pada dasarnya merupakan manifestasi dari prinsip-prinsip dari demokrasi politik, maupun demokrasi sekunder yang lain ( demokrasi ekonomi, demokrasi sosial). Pemahaman setiap warga Negara terhadap nilai-nilai demokrasi dan perkembangannya, akan dapat memperkuat optimisme dan komitmennya terhadap peranannya. Nilai-nilai demokrasi sangat menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, begitu pula prinsip-prinsip yang dianutnya seperti prinsip kebebasan/kemerdekaan, persamaan dan toleransi menawarkan penataan kehidupan masyarakat dan bernegara yang lebih baik dan manusiawi.

Civil society yang merupakan pemberdayaan warga Negara ( optimalisasi pengembangan peranan warga Negara) akan menunjang demokratisasi (proses menjadi demokrasi), jika mampu meningkatkan efektifitas masyarakat politik (political society) sehinnga mampu melakukan control/menguasai Negara.

Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang partai Gerindra, kami melakukan wawancara kepada beberapa responden yang kami pilih secara acak. Responden ini berasal dari beberapa segmen masyarakat, mereka berasal dari background yang berbeda. Hasil wawancara yang kami dapatkan akan menjadi masukan kepada partai Gerindra dan juga kepada caleg sebagai referensi untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang akan mereka tawarkan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk pemasaran politik. Berikut hasil wawancara kami dengan masyarakat.

1.    Segmentasi

  •  Pemilih Pemula

Sebagai pemilih pemula, 80% responden kami menyebutkan belum pernah mengikuti pemilihan umum. Alasan mereka adalah mereka belum cukup umur untuk dapat mengikuti pemilihan umum, dan ada juga beberapa yang mengatakan belum mempunyai KTP padahal mereka sudah berumur 17 tahun.

  •  Berdasarkan Usia

Untuk segmentasi pemilih berdasarkan usia, kami membaginya menjadi beberapa kategori. Kategori yang pertama usia 20-29, 30-39, 49-50, 59-60, 60- keatas. Dari beberapa jawaban yang diberikan oleh para responden berdasarkan kategori usia ini, kategori usia 30-39 keatas memberikan jawaban yang lebih objektif dibandingkan dengan jawaban responden kategori usia 20-29 yang masih subjektif.

Responden dengan kategori usia diatas 30 tahun menjawab dengan objektif sesuai dengan fakta di lapangan dan juga pengalaman selama ini. Bahkan saat kami melakukan wawancara dengan para responden, ada beberapa responden yang meminta bayaran sebelum kami minta waktunya untuk wawancara. Hal ini menunjukkan, para pemilih khususnya masyarakat masih sangat pragmatis. Pendidikan politik yang selama ini dilakukan oleh beberapa organisasi dan lembaga sepertinya kurang berhasil dan cenderung mendekati kegagalan.

Tentunya kita bisa menilai fakta tersebut, untuk memberikan waktunya sebagai narasumber dalam wawancara kami saja ada beberapa masyarakat sebagai responden yang meminta bayaran secara terang-terangan kepada kami. Bagaimana jika nanti pada saat masa kampanye menjelang pesta demokrasi terbesar di negara kita Indonesia tercinta ini. Ini merupakan PR besar bagi perpol sebagai lembaga yang mempunyai fungsi melakukan pendidikan politik kepada masyarakat untuk memperbaiki paradigma masyarakat supaya dapat memberikan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan.

2.      Faktor yang Mempengaruhi Pemilih Memilih Partai dan Kandidat

Berdasarkan data yang kami peroleh, sebanyak 70% responden memilih kandidat berdasarkan pada tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan menjadi sangat penting karena para pemilih menginginkan para caleg yang nantinya duduk diparlemen adalah mereka yang mempunyai kualitas dan kredibilitas dibidangnya. Selanjutnya 20% memilih karena kharismatik caleg. Kharismatik menjadi sangat penting mengingat pemilih rasional di negar kita ini sangat sedikit sekali persentasenya. Sehingga dengan adanya kharismatik caleg ini dapat menambah dukungan masyarakat kepada caleg tersebut. Selain dua kriteria tersebut, 5% responden memilih berdasarkan background caleg tersebut. Dimana pengalaman caleg serta sepak terjang caleg menjadi alasan responden memilih kandidat tersebut.Kemudian 5% memilih karena kedekatan emosional mereka terhadap caleg. Artinya mereka memilih caleg karena caleg tersebut merupakan teman mereka, kenalan, serta merupakan orang dari kalurahan yang sama dengan mereka.

Responden memilih partai berdasarkan kepada image partai yang dimunculkan oleh partai tersebut. Seperti contohnya pada pamilu 2009 partai PKS dikenal sebagai partai yang bersih. PDI P dikenal sebagai partainya wong cilik. Sedikit sekali responden yang kami temui yang merupakan pemilih rasional yang memilih partai dan caleg berdasarkan program-program yang ditawarkan.

3.      Pertanyaan Terkait Partai Gerindra

  • Saat kami bertanya apakah responden mengenal partai Gerindra? Jawaban responden bermacam-macam. Sebanyak 60% responden mengenal partai Gerindra dari media Televisi, yaitu melalui berita-berita yang ditayangakan di Televisi. Selebihnya 20% menjawab mengetahui partai Gerindra dari iklan media elektronik, 10% dari media cetak seperti koran, 6% mengenal partai Gerindra dari Baliho yang dipasang disepanjang jalan-jalan utama, dan sisa nya 4% mengenal partai Gerindra dari teman sejawat dan keluarga.
  • Apakah saudara mengenal caleg dari partai Gerindra?

Hampir 90% responden tidak mengenal caleg dari partai Gerindra. Hal ini mungkin dikarenakan belum ada kegiatan kampanye yang dilakukan oleh para caleg dari partai Gerindra, mengingat jadwal kampanye dari KPU belum dikeluarkan. Tetapi seharusnya para caleg sudah melakukan pendekatan personal kepada masyarakat yang berada di daerah pemilihannya. Cara nya bisa dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti melakukan bakti sosial. Selama hal ini tidak membawa identitas partai, kegiatan ini tidak akan dimasukkan dalam pelanggaran kampanye. Karena kegiatan ini hanya ebatas pengenalan para caleg kepada masyarakat.

  •  Apa sebenarnya yang saudara inginkan dari partai Gerindra?

Responden menjawab bermacam-macam. Pertama, responden mengatakan mereka ingin partai Gerindra dapat membuat kebijakan-kebijakan yang benar-benar memihak kepada rakyat kecil, bukan kebijakan yang terlihat memihak kepada rakyat kecil tetapi kenyataannya tidak memihak kepada rakyat kecil. Kedua,Partai Gerindra dapat memberikan calon yang berkualitas, tidak hanya mengumbar janji tetapi dapat memberikan bukti riil sesuai dengan apa yang disampaikan pada saat kampanye. Ketiga, dapat membuat kebijakan-kebijakan yang tidak harus selalu membela rakyat, yang terpenting rasional. Jangan membuat kebijakan dengan alasan membela rakyat, tetapi tidak rasional. Keempat, partai Gerindra harus sesuai dengan sesumbar sekarang yaitu memberdayakan petani. Dan harapannya bisa melakukan swasembada beras. Jika hal ini dapat dilakukan, dipastikan masyarakat akan memilih partai Gerindra. Kelima, apabila terpilih, masyarakat menginginkan ada peraturan yang membuat masyarakat lebih mudah mengakses kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kebijakan apa yang telah dibuat oleh pemerintah dan kemudian masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintah.Keenam, diharapkan partai Gerindra dapat melakukan perbaikan sistem irigasi di kabupaten Bantul. Ketujuh, adanya perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan yang rusak.Kedelapan,harapannya caleg sering terjun kelapangan dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Hal-hal tersebut merupakan hasil analisis kami terhadap jawaban para responden yang telah kami wawancarai.

  • Responden memilih partai Gerindra lebih karena adanya tokoh nasional yang menjadi ikon partai ini. 80% responden menjawab mengenal partai Gerindra adalah Prabowo Subianto. Jadi, faktor tokoh nasional sangat menentukan sekali. Bukan karena mereka mengetahui program-program yang ditawarkan oleh partai Gerindra atau karena caleg yang berkompeten.

 Responden menjawab mengetahui partai Gerindra tetapi tidak mengetahui pengurus dan caleg yang diusing oleh paratai Gerindra. Mereka mengetahui partai Gerindra melalui media elektronik, media cetak dan melalui baliho yang dipasang disepanjang jalan-jalan utama.

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa untuk memenangkan pemilu 2014 di daerah Kabupaten Bantul  akan melakukan beberapa strategi pemasaran politik yang telah direncanakan tapi kenyataan di lapangan saat kami melakukan wawancara dengan para pemilih, banyak sekali dilema yang terjadi. Salah satunya adalah terdapat beberapa nara sumber yang meminta untuk dibayar pada saat baru mau diwawancarai. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan politik masyarakat masih sangat rendah dan masih perlunya dilakukan pendidikan politik kepada masyarakat untuk bekal masyarakat menghadapi pesta demokrasi. Sebagai buktinya adalah masyarakat sangat pragmatis dengan keadaan disekitarnya. Sebagai masukan kepada partai Gerindra dan juga khususnya kepada para caleg partai Gerindra yang akan ikut berpartisipasi dalam pemilu 2014, untuk melakukan persiapan yang matang dan melakukan perhitungan yang akurat. Mengingat, dari pengalaman wawancara kami di lapangan, masyarakat masih sangat pragmatis untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi. Lebih khusus lagi para caleg harus menyiapkan biaya ekstra dalam kampanye untuk pemenangan pemilu.

Mungkin dalam penelitian kami ini masih banyak kata-kata yang kurang berkenan, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya karena kami masih dalam proses belajar. Kami berharap Khusus Partai Gerindra dengan penelitian kami ini bisa menjadi masukan bagi partai Gerindra.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.