No Excuse for Leader!

Pekerjaan tidak akan pernah berhenti hadir untuk sang pekerja keras, pelajaran tak akan pernah habis untuk pembelajar sejati, tanggung jawab tak pernah selesai berada di pundak pemimpin, maka dengan semua ini, malu kah dirimu jika masih saja berani membuang-buang waktu?

Berkaca pada Edison, ia adalah anak yang sempat dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap aneh dan bodoh. Padahal yang dilakukannya adalah terus bertanya kritis tentang segala hal. Dan karena sikap kritis dan tak pernah lelah yang ia miliki, Edison mampu menerangi dunia dan membuat namanya selalu bersinar hingga akhir waktu.

Ingat kutipan dari Edison yang luar biasa mencambuk diri? Karya dan prestasi bukan hadir karena kejeniusan semata, tapi justru karena sikap kerja keras kita. Ingat berapa percobaan yang sudah dilakukan Edison sebelum akhirnya menemukan bola lampu? Yang jelas bukan satu atau dua kali kemudian menyerah dan gagal. Maka harusnya kita malu apabila kita diserang perasaan cepat menyerah.

Atau, ketika pekerjaan banyak menumpuk, mulai dari tugas kuliah sampai tugas organisasi, dan juga tugas tuntutan di rumah, atau juga tugas lainnya. Rasanya kepala mau pecah, rasanya badan ini mau hancur, rasanya kita tidak kuat lagi. Kemudian ingatlah, bahwa para pemenang sejati tidak pernah merasa lelah kemudian berhenti dan nNo excuse for leader! Pemimpin adalah pelayan bagi masyarakat, ia hadir untuk terus berkontribusi mempebaiki keadaan, pemimpin malu untuk capai dan berhenti untuk bergerak. No excuse for leader, karena excuse lah yang membuat pemimpin menurukan semangat kepemimpinannya.

Soekarno-Hatta pun rela menghabiskan banyak waktu hidupnya untuk kemaslahatan orang banyak, untuk masa depan yang lebih baik, untuk Indonesia yang mandiri. Maka setelah kemerdekaan berhasil mereka hadiahkan untuk bangsa, pantaskah kita mengisinya dengan berleha-leha dan membuang buang harta kita, yaitu waktu?

Bangkit pemuda, tugas kita bukan hanya mengeluh karena rasa sakit dan capai, bangkit karena dunia memberikan kita kesempatan untuk membuktikan bakti kita. Bangkit! Karena ketika pemuda berhenti selesai berjuang itu tandanya kematian.
Lelah, itu wajar karena kita manusia. Kita butuh menyegarkan pikiran dengan sejenak mengalihkan dunia, kita butuh istirahat. Tetapi berlambat-lambat dan berpangku tangan itu bukan tugas kita. setiap pekerjaan yang ada adalah peluang membuat diri kita semakin dan semakin siap menunjukkan kerja keras kita untuk bangsa yang lebih baik. Sama seperti mereka, sama seperti para pahlawan bangsa.

Jangan anggap dirimu lemah dan tidak mampu untuk mengerjakan tugas. Jangan beri dirimu sendiri pemakluman bahwa kau boleh jadi pemuda yang biasa biasa saja, jangan juga beri dirimu kesempatan untuk bermain dengan trend anak muda, gaya hidup borju, tetapi otak kosong tak berbekas. Jangan, jangan biarkan dirimu menjadi sampah dalam masyarakat.

Paksa segala potensi yang ada, paksa hingga garis maksimal. Karena setelah kau berhasil melakukannya, kau tidak akan pernah menyesal karena sudah bercapai capai dahulu. Hiduplah seperti bagaimana orang hebat lainnya hidup, bermimpilah setinggi-tingginya karena juga yakin apa yang dikatakan Arai dalam Sang Pemimpi adalah kebenaran. Yakinlah bahwa Tuhan akan memeluk mimpimu.

Terakhir, “Kalau kau ingin berhenti, ingat ‘tuk mulai lagi. Tetap semangat dan teguhkan hati, di setiap hari, sampai nanti, sampai mati” (Sampai Nanti, Sampai Mati – Letto). Silakan berhenti sejenak, kemudian merenung dan segera bangkit kembali lagi menantang dunia. No excuse for leader, semangat pemuda!

*Judul terinsipirasi dari buku No Excuse Leadership oleh Brace.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s